Cara Menjadi Seorang Pemimpin yang Baik dan Disukai Timnya

Pemimpin disukai

caramenjadi.id - Di artikel ini akan dijelaskan tentang cara menjadi pemimpin yang baik dan disukai timnya. Artikel ini dibuat mengingat banyaknya orang yang membutuhkan bimbingan untuk menjadi pemimpin yang baik. Banyak juga pemimpin yang tidak sadar bahwa dirinya adalah pemimpin. Masih banyak juga yang menyamaratakan istilah pemimpin dengan bos padahal ini tentunya berbeda jauh.

Pemimpin adalah orang yang menjadi penggerak dan contoh tauladan yang baik bagi timnya. Sedangkan bos adalah orang yang mengatur tanpa memberikan contoh. Pemimpin biasanya demokratis, sedangkan bos otoritatif. Pemimpin ada di depan, sedangkan bos ada di belakang. 

Pemimpin akan selalu bertanggung jawab atas kegagalan yang terjadi pada timnya dan memperbaikinya, sedangkan bos tidak bertanggungjawab bahkan cenderung menyalahkan. Dsb.

Lantas bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik dan disukai oleh timnya?

Berikut adalah beberapa tips yang bisa diperhatikan untuk menunjang keberhasilan dalam menjadi pemimpin.

Mengetahui Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi)

Tupoksi adalah hal yang paling mendasar dari sebuah kerangka perusahaan. Tupoksi merupakan panduan yang akan menuntun anggota organisasi untuk berjalan sesuai dengan jalannya. Setiap jabatan memiliki tanggung jawab masing-masing dan berbeda satu dengan yang lain walaupun semuanya saling berkaitan satu sama lainnya.

Pemimpin yang mengetahui dan atau bahkan menghafalnya dan menerapkannya dalam berorganisasi, maka ia tidak akan salah dalam melangkah karena tupoksi itulah yang menjadikan ia berjalan pada jalan yang benar.

Ketika pemimpin sudah berjalan di jalan yang sesuai, tentunya tak ada istilah disepelekan, dikritik setiap hari, dibully, atau bahkan dikerjai oleh timnya. Pemimpin yang memegang erat tupoksi akan lebih dihormati, disegani, dan dituruti oleh timnya segala apa yang diperintahkannya.

Memberi Contoh Sebelum Memberikan Tugas

Orang yang tidak tahu akan tahu jika ia belajar. Dalam sebuah organisasi, maka pemimpin adalah guru yang paling hebat. Pemimpin ibarat seorang Kyai. Ketika ia menyampaikan kebaikan dan aibnya tertutup, maka ia akan disegani. Namun ketika ia sedikit saja terbuka aibnya, maka semua orang akan mempertanyakan kealimannya dan menganggapnya tidak perlu diikuti lagi perkataannya.

Begitu juga dengan pemimpin, memberikan contoh yang baik akan dianggap baik, sedangkan ketika ketahuan melakukan tidakan yang menyimpang akan menurunkan tingkat kepercayaan timnya. Maka seorang pemimpin harus selalu mencontohkan yang baik.

Contoh yang baik bukan hanya untuk menjaga tingkat kepercayaan saja, melainkan juga membentuk budaya yang baik di organisasinya, budaya yang baik akan menciptakan hasil yang baik pula. Maka ketika seorang pemimpin memberikan contoh yang baik, secara tidak langsung juga akan membentuk sebuah budaya yang baik untuk organisasinya.

Berani Bertanggungjawab dan Mengayomi Timnya

Pemimpin adalah orang yang selalu di depan. Ketika ada suatu masalah, ada komplen dari pelanggan, ada masalah yang terjadi di timnya, maka ia selalu di depan untuk menghadapi dan menyelesaikannya. Mengayomi artinya tidak suka menyalahkan kesalahan yang terjadi pada timnya, melainkan mengingatkan dan memberikan solusinya.

Bertanggungjawab akan menunjung wibawa seorang pemimpin, dan mengayomi akan membuat nyaman timnya. Maka dengan bertanggungjawab dan mengayomi seorang pemimpin akan menjadi pemimpin yang baik dan disukai oleh timnya.

Santai Namun Tegas

Menjadi seorang pemimpin juga dituntut untuk memahami karakter setiap anggota timnya. Individu satu dengan individu lainnya tentunya memiliki karakter yang berbeda. Oleh karena itu, cara berkomunikasi dengan setiap anggota harus berbeda.

Namun secara umum, pemimpin yang santai lebih disukai timnya daripada pemimpin yang arogan. Pemimpin yang santai akan menciptakan suasana yang nyaman, aura kebaikan. Sedangkan pemimpin yang arogan akan membuat tim lari lunggang-langgang karena ketakutan, atau bahkan justru berani menantang sehingga menjadi sebuah ancaman.

Santai bukan berarti tidur-tiduran dan tidak memperhatikan setiap kesalahan yang dilakukan timnya. Namun santai yang dimaksud adalah tidak terlalu merasa paling benar sendiri, bersikap sopan santun, menghargai kerja keras timnya.

Seorang pemimpin juga harus tegas. Tegasnya pemimpin adalah untuk menjunjung wibawanya. Tegas dalam menjalankan peraturan yang ada, tegas dalam memberikan tugas pada timnya, tegas dalam membedakan mana saat untuk serius dan mana saat untuk bercanda.

Pemimpin yang tidak tegas akan membuat tim meragukan kemampuannya. Pemimpin yang tidak tegas akan sulit memotivasi timnya untuk menjalankan tugasnya. Karena ketegasan adalah pembeda antara sesuatu yang penting untuk diperhatikan dan sesuatu yang bisa dikompromikan.

Santai dan tegasnya seorang pemimpin membawa aura kasih dan aura pembangkit semangat jiwa tim yang mulai lelah dengan pekerjaannya.

* * *

4 tips di atas adalah kiat-kiat untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dan disukai oleh timnya. Maka pesan saya, jadilah pemimpin yang masuk dalam 4 kriteria di atas.


Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment